Minggu, 15 Maret 2009

SARJANA MUDA

Berjalan sorang pria muda dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering terselip sbatang rumput liar
Jelas menatap awan berarah wajah murung smakin terlihat
Dengan langkah kontai tak terarah keringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu
Empat tahun lamanya bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti di depan halaman Sebuah jalanan

Terjenuh lesuh engkau melangkah dari pintu kantor yang diharapkan
Terngiang kata tiada lowongan untuk kerja yang didambakan
Tak perduli berusaha lagi namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarah wajah murung smakin terlihat

Setengah putus asa dia berucap maaf ibu

Tidak ada komentar: